BERITA

Futureprenuer sambangi Malang, ajak pelajar sukses di usia muda

Merdeka.com - Dunia maya Indonesia tidak bisa dipungkiri masih dikuasai oleh pemain-pemain internasional, misalnya Google dan Facebook. Keprihatinan ini mendorong Futureprenuer untuk menggelar acara BAKTI BANGSA (Bangun Kemandirian TI Bangsa). Kali ini, kampanye ini singgah di Kota Malang.

Kampanye BAKTI BANGSA di Malang mengunjungi banyak lembaga pendidikan di salah satu kota pelajarnya Indonesia ini, di antaranya sekolah kejuruan paling top di Malang, SMK TELKOM Malang.

Guna menyemangati pelajar SMK TELKOM Malang untuk terjun di dunia teknologi atau start-up sedini mungkin, Futureprenuer membawa beberapa tokoh hebat sebagai pembicara. Antara lain, James Tomassouw selaku pendiri Futureprenuer, A. Sapto Anggoro selaku CNO KapanLagi Network, dan Eva Handriyanti selaku dosen STIKI Malang sekaligus anggota RelawanTIK Malang.

Acara Futureprenuer di SMK TELKOM Malang dimulai dengan paparan kondisi internet tanah air, oleh Sapto Anggoro. Menurut petinggi KapanLagi dan juga Sekjen APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tersebut, pemuda tanah air seharusnya bisa berbicara lebih banyak di kancah start-up dan dunia maya, seperti yang telah dicontohkan oleh developer lokal yang aplikasinya booming, macam PicMix, Icon Pop, hingga Tokopedia.

Nah, untuk mencapai hal itu, dirinya mengungkapkan bila masyarakat Indonesia, khususnya pelajar, harus mulai membuat dan bangga dengan produk IT karya sendiri.

"Bangga dengan milik sendiri, itu yang membuat Korea Selatan, China, dan Jepang maju. Bila hal itu dilakukan, bukan mustahil kita bisa berada di peringkat kelima dunia soal internet," ujar Sapto.

Senada dengan hal itu, James Tomassouw menyatakan bila Futureprenuer memang dibentuk untuk membantu pelajar Indonesia untuk sukses secepat mungkin. Dan hal sederhana pertama yang bisa dilakukan adalah memasang aplikasi smartphone buatan negeri, misalnya aplikasi chatting Zohib Messsenger.

"Dari pada memberi uang pada orang asing, lebih baik memberi uang pada bangsa sendiri, seperti memasang aplikasi buatan anak bangsa. Ini penting, karena banyak dari kita yang tidak menghargai buatan sendiri. Nah, Zohib Messenger adalah salah satu bukti kita tidak kalah dengan Google," ucap pendiri Futureprenuer tersebut.

Selain menerima petuah langsung dari para senior top dunia IT, pelajar SMK TELKOM juga mendengar kisah sukses langsung dari start-up lokal Malang, yakni Kwikku dan Raion Studio.

Di samping Malang, Roadshow kampanye BAKTI BANGSA sendiri juga mengunjungi perguruan tinggi komputer dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di 6 kota besar lain, yakni Surabaya, Jogja, Semarang, Bandung, Denpasar, dan Jakarta. Kampanye Futurepreneur kali ini didukung oleh Klik Indonesia dan KapanLagi Network.

Futurepreneur.id : Membangun Generasi Masa Depan Indonesia

Akhir 2014 tahun lalu, tepatnya pada bulan November 2014 Badan Pusat Statistik merilis bahwasanya pengangguran di Indonesia per Agustus 2014 tercatat sebesar 7,24 juta jiwa. Angka ini meningkat dibanding 6 bulan sebelumnya. Tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia. Sebab selain pemerintah harus tetap berjuang untuk mengurangi pengangguran pemerintah juga diharapkan untuk terus membuka lapangan pekerjaan baru.

Di sisi lain, hingga saat ini pemerintah juga belum berhasil memenuhi kuota 2% pengusaha dari jumlah penduduk. 2% adalah angka aman agar Indonesia bermetamorfosis menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Saat ini tercatat bahwa populasi Indonesia dikisaran 251 juta jiwa, artinya untuk menjadi bangsa yang ideal dan memenuhi angka aman Indonesia perlu sekitar 5 juta pengusaha. Pastinya, perjuangan menubuhkan 5 juta pengusaha tidak hanya berada di tangan pemerintah namun juga membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Beberapa data di atas melatar belakangi dibentuknya futurepreneur.id. Sebuah program yang menggagas pembentukan enterpreneur sejak muda ini didirikan oleh James Tomasouw. Program futurepreneur.id ini menyasar para siswa menengah, mahasiswa hingga para pengusaha muda kisaran usia 16-30 tahun.

Selain ditujukan untuk turut mendukung perjuangan pemerintah dalam menumbuhkan jumlah pengusaha, program futurepreneur.id ini juga bertujuan untuk menginspirasi dan mendorong remaja Indonesia menjadi enterpreneur khususnya di bidang teknologi informasi.  Nantinya futurepreneur.id akan menjalankan agenda utamanya yang meliputi : business mentoring, organizational development, idea development, financing, promotion, program evaluation dan community partner.

Dalam waktu dekat futurepreneur.id juga akan melakukan roadshow 7 kota yang terdiri dari Malang, Bali, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang dan Jakarta. Roadshow futurepreneur.id mulai dijalankan pada april mendatang dan Malang mendapat kesempatan menajdi kota perdana yang menggelar lawatan ini. Berdasarkan pengakuan James Tomasouw futurepreneur.id nanti akan menggelar berbagai acara mulai dari bhakti bangsa, seminar, pameran hingga kompetisi. “futurepreneur.id mengajak para generasi muda untuk mematangkan mental pengusaha, nantinya mulai dari mencari ide hingga mematangkan produk para pemuda ini akan mendapatkan mentoring dari para praktisi enterpreneur yang sudah berpengalaman” ujar Pak James sapaan akrab beliau.

Diskusi terkait berbagai macam hal yang berkaitan dengan dunia enterpreneur nantinya bisa dilaksanakan secara offline saat roadshow, meetup maupun online di www.futurepreneur.id. Futurepreneur.id sendiri saat ini telah menggalang dukungan dari berbagai pihak mulai dari dinas, sekolah, kampus maupun para pelaku pengusaha. Program futurepreneur.id juga turut mendukung perjuangan Klik Indonesia yang bertujuan untuk mendukung konten lokal (animasi, aplikasi )agar dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Hingga nantinya Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada konten asing yang sudah sejak lama mengincar pasar Indonesia. (Alif/kw)

Futurepreneur gelar BAKTI BANGSA, siap cetak startup muda Indonesia

Merdeka.com - Pengguna aktif internet Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 71,2 orang. Sayangnya, konten-konten internet Indonesia didominasi oleh penyedia layanan atau OTT dari luar negeri seperti Facebook, Twitter, hingga Google.

Menurut Henri Kasyfi, Co-Founder dan Comissioner dari IDC Data Center, pengguna internet Indonesia dalam setahun menyumbang sekitar Rp 15 triliun untuk OTT asing. Tentu saja hal ini adalah sebuah ironi, mengingat industri teknologi informasi lokal sejatinya berpotensi untuk berkembang pesat.

"Indonesia harus terus mendorong pengembangan open source software, agar negara kita tidak tertinggal semakin jauh di bidang TI. Untuk menciptakan kedaulatan, kita juga membutuhkan generasi muda yang cerdas, yang mampu mengembangkan aplikasi sesuai kebutuhan bangsa," ujar Onno W. Purwo, Pendiri Yayasan Onno Center.

Guna memotivasi dan mendukung remaja Indonesia untuk menjadi technopreneur handal, Futurepreneur mengadakan kampanye BAKTI BANGSA (Bangun Kemandirian TI Bangsa) yang bakal berlangsung sepanjang 2015.

"Tujuannya agar mereka lebih mantap dan kuat untuk berkembang menjadi start-up. Kami ingin mencetak banyak start-up junior di Indonesia," tegas pendiri Futurepreneur, James Tomassouw.

Futurepreneur sendiri adalah organisasi nirlaba yang berupaya secara sistematis mempercepat dan mendukung entre-preneurs and technopreneurship masa depan melalui public and private partnerships and practices.

Lebih lanjut, James sempat mengutip pernyataan dari PBB yang mengatakan bila sebuah negara dapat dikatakan maju dan mandiri bila memiliki wirausahawan 2 persen dari jumlah penduduknya. Kemudian James menyoroti minimnya rasa mandiri di kalangan pemuda dan pemudi Indonesia. Oleh sebab itu, kegiatan seperti BAKTI BANGSA diperlukan di tanah air.

Roadshow kampanye BAKTI BANGSA sendiri akan mengunjungi perguruan tinggi komputer dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di 7 kota besar, yakni Malang, Surabaya, Jogja, Semarang, Bandung, Denpasar, dan Jakarta. Kampanye Futurepreneur kali ini didukung oleh Klik Indonesia dan KapanLagi Network.

Melalui roadshow BAKTI BANGSA, diharapkan akan terkumpul ide-ide kreatif (lewat Idea Challenge) dan start-up junior (lewat Startup Junior Competition).

Nantinya, para juara lokal dari tiap-tiap kota akan mengikuti Startup Junior Camp bersama dengan juara dari daerah lain. Dengan begitu, para juara tersebut dapat lebih mantap melanjutkan karya mereka lebih jauh hingga menjadi start-up nasional.

"Setiap akhir tahun kami akan memberikan penghargaan kepada start-up junior terbaik tingkat nasional," tambah James Tomassouw.

  • Previous
  • Next