Futureprenuer sambangi Malang, ajak pelajar sukses di usia muda

Diposkan pada: 13-Apr-2015 01:26 WIB




Merdeka.com - Dunia maya Indonesia tidak bisa dipungkiri masih dikuasai oleh pemain-pemain internasional, misalnya Google dan Facebook. Keprihatinan ini mendorong Futureprenuer untuk menggelar acara BAKTI BANGSA (Bangun Kemandirian TI Bangsa). Kali ini, kampanye ini singgah di Kota Malang.

Kampanye BAKTI BANGSA di Malang mengunjungi banyak lembaga pendidikan di salah satu kota pelajarnya Indonesia ini, di antaranya sekolah kejuruan paling top di Malang, SMK TELKOM Malang.

Guna menyemangati pelajar SMK TELKOM Malang untuk terjun di dunia teknologi atau start-up sedini mungkin, Futureprenuer membawa beberapa tokoh hebat sebagai pembicara. Antara lain, James Tomassouw selaku pendiri Futureprenuer, A. Sapto Anggoro selaku CNO KapanLagi Network, dan Eva Handriyanti selaku dosen STIKI Malang sekaligus anggota RelawanTIK Malang.

Acara Futureprenuer di SMK TELKOM Malang dimulai dengan paparan kondisi internet tanah air, oleh Sapto Anggoro. Menurut petinggi KapanLagi dan juga Sekjen APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tersebut, pemuda tanah air seharusnya bisa berbicara lebih banyak di kancah start-up dan dunia maya, seperti yang telah dicontohkan oleh developer lokal yang aplikasinya booming, macam PicMix, Icon Pop, hingga Tokopedia.

Nah, untuk mencapai hal itu, dirinya mengungkapkan bila masyarakat Indonesia, khususnya pelajar, harus mulai membuat dan bangga dengan produk IT karya sendiri.

"Bangga dengan milik sendiri, itu yang membuat Korea Selatan, China, dan Jepang maju. Bila hal itu dilakukan, bukan mustahil kita bisa berada di peringkat kelima dunia soal internet," ujar Sapto.

Senada dengan hal itu, James Tomassouw menyatakan bila Futureprenuer memang dibentuk untuk membantu pelajar Indonesia untuk sukses secepat mungkin. Dan hal sederhana pertama yang bisa dilakukan adalah memasang aplikasi smartphone buatan negeri, misalnya aplikasi chatting Zohib Messsenger.

"Dari pada memberi uang pada orang asing, lebih baik memberi uang pada bangsa sendiri, seperti memasang aplikasi buatan anak bangsa. Ini penting, karena banyak dari kita yang tidak menghargai buatan sendiri. Nah, Zohib Messenger adalah salah satu bukti kita tidak kalah dengan Google," ucap pendiri Futureprenuer tersebut.

Selain menerima petuah langsung dari para senior top dunia IT, pelajar SMK TELKOM juga mendengar kisah sukses langsung dari start-up lokal Malang, yakni Kwikku dan Raion Studio.

Di samping Malang, Roadshow kampanye BAKTI BANGSA sendiri juga mengunjungi perguruan tinggi komputer dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di 6 kota besar lain, yakni Surabaya, Jogja, Semarang, Bandung, Denpasar, dan Jakarta. Kampanye Futurepreneur kali ini didukung oleh Klik Indonesia dan KapanLagi Network.